Klo saja saya punya kekuatan seperti di film "butterfly effect", saya mau kembali ke beberapa menit yang lalu, ketika dia menelpon, supaya saya bisa mengucapkan selamat tidur untuknya, bukan malah berkata seolah menyuruhnya tidur..hadehhh..
Btw, film butterfly effect yg ke-4 kira2 ada ga ya?
Jumat, 02 Maret 2012
Kamis, 23 Februari 2012
01.50 WIB : 24.02.2012..Kesimpulannyaaa??
Sbnernya udah malem banget pas mau nulis ini, dan udah ngantuk rasanya ini mata minta dipejamkan, tapi berhubung lagi ada sesuatu yang ingin ditulis jadinya ya nyalain laptop dulu lah buat nulis. Barusan ini tadi aku ga sengaja ngeliat sbuah film disalaha satu channel tv asia di saluran tv kabel langganan, judulnya "Le Lingerie". dari judulnya aku kira ini film agak2 "parno2" nih, tapi setelah aku liat, eh ceritanya lumayan bagus juga dan ga parno2nya..hehe..
Film ini menceritakan 6 tokoh utamanya di film ini. 6 tokoh ini saling berpasangan, 3 orang laki2 dan 3 orang perempuan. film ini bercerita tentang bagaimana seseorang itu bisa mencintai atau jatuh cinta kepada orang yang benar2 tidak pernah ada dipemikiran mreka, atau bisa dikatakan mereka jatuh cinta kepada orang yang benar2 tidak mereka akan bisa jtuh cinta pada orang seperti itu.
Pasangan pertama,menceritakan seorang laki2 yang bisa dibilang playboy sekali, bahkan dia punya prinsip tidak ada wanita yang tidak bisa dia taklukkan. namun pada suatu ketika dia bertemu dengan seorang wanita, dimana setiap kali bertemu wanita ini, si playboy selalu kena sial. Sampai2 laki2 itu bertanya pada seorang peramal kalo wanita ini memang akan jadi "pembawa sial" bagi dia jika dia berhubungan dengan wanita itu. tapi justru karena hal itulah pria itu yang awalnya ingin "menaklukan" wanita tersebut berubah pikiran untuk tidak jadi berniat menaklukan wanita tersebut. Namun justru karena hal itu si pria akhirnya malah bisa dekat dengan wanita tersebut sering juga kesialan menimpa pria itu. Wanita ini sndiri pun juga mempunyai bermasalah dalam masalah percintaan, karena ia selalu tidak bisa menemukan pria yang "ideal" sesuai pemikiran dia selama ini yang dia inginkan, yaitu pria yang baik, setia, jujur dll. Pokoknya semua karakter itu berkebalikan dengan sifat si pria yang playboy itu. Akhirnya mreka pun berteman dan dekat,bahkan si pria selalu membantu wanita itu untuk memberi tips2 memikat hati pria yang diincar wanita tersebut, namun selalu gagal, karena setiap pria yang dia incar ujung2nya selalu tidak sesuai dengan kriteria wanita itu. Sampai suatu ketika si pria playboy tersebut yang merasa tidak mungkin suka pada wanita itu akhirnya tertarik juga justru karena kepolosan wanita tersebut tentang impiannya, dan si wanita tersebut juga akhirnya sadar bahwa semua kriteria yg dia inginkan tersebut bukanlah tolak ukur yang bisa menyenangkan hatinya, tetapi perhatian si playboy selama ini lah yang selalu membantu dialah yang selama ini bisa membuat dia merasa nyaman. Jadi kadang cinta bisa timbul hanya dengan adanya sebuah kebaikan yang tulus yang bisa membuat kita merasa nyaman dalam seseorang yang sama sekali tidak kita duga atau seseorang yang sama sekali bertolak belakang dengan "kriteria" kita sekalipun.
pasangan berikutnya, mempunya karakter yang hampir sama dengan pasangan pertama, namun berkebalikan. si cewek lah disini yangs selalu berpikir pria itu bodoh dan mudah ditipu hanya dengan godaan fisik/tubuh cewek. jadi dia selalu memanfaatkan keindahan tubuhnya untuk menipu para2 pria2 kaya hidung belang. Sampai suatu ketika dia bertemu seorang cowok, tampan, kaya, namun bisa dikatakan pintar dan lugu, karena dia seorang lulusan harvard yang terkenal tempat orang2 jenius dan kutu buku. Dan akhirnya justru hal itulah yang membuat mreka bisa dekat tanpa mreka sadari. Mreka jadi saling melengkapi, dimana si cewek yang cenderung aggresive dan cenderung "nakal" bisa jatuh cinta kepada si cowok yang lebih cenderung kalem dan "lurus". Jika diibaratkan sepeda si cewek ini adalah "Pedal" yang membuat sebuah speda semakin kencang, dan si cowok adalah sebuah "Rem" yang bisa memperlambat atau bahkan menghentikan laju sepeda.
pasangan yang ketiga ini tidak terlalu berliku ceritanya, mreka sama2 merupakan seseorang yang memang bisa dikatakan waktunya untuk memliki pasangan, namun selama ini mreka hanya masih dalam tahap mencari seseorang yang bisa membuat mreka yakin terhadap apa yang dipilihnya. cerita pertemuan mreka juga biasa, bertemu di sebuah acara, hanya berkenalan biasa tanpa ada perasaan apa2 awalnya. Namun tanpa disangka, si pria memutuskan untuk berniat mengenal wanita tersebut lebih jauh karena meski awalnya dia tidak memliki perasaan apa2 terhadap wanita tersbut karena tanpa dia sadari wanita tersbut sering muncul dalam ingatannya ketika dia melamun dan karena keyakinan dia bahwa wanita itu adalah wanita baik2 menurutnya selama ia mengenalnya meski baru sebentar. Dan sang wanita pun yang selama ini berharap bisa mendapatkan pria yang baik akhirnya juga mau berniat untuk mengenal pria tersbut lebih mendalam karena pria tersebut datang kepadanya dengan cara yang baik dan tujuan yang baik pula. akhirnya keyakinan atau bisa dikatakan harapan mreka terhadap pasangannya itupun semakin kuat karena mereka juga yakin cara dan tujuan mreka yang baik inilah yang akhirnya membuat mreka bisa saling menyayangi pada akhirnya. Jadi di pasangan ketiga ini bisa dikatakan harapan,cara dan tujuan yang baik terhadap seseorang bisa membuat sebuah hubungan yang awalnya diawali tanpa sebuah perasaanpun bisa menjadikan hubungan yang justru lebih baik dan sehat.
Jadi kesimpulannya...hmm..apa ya..hmm..ngantuk nih..lanjutin aja sendiri kesimpulannya..hihihiii... Karena tiap orang pasti punya kesimpulan sendiri2. Dan kesimpulan saya adalah..."SAYA NGANTUKKKK", sudah jam 01.50 malam pas sampai ditulisan ini. hihihii...
Nite.. :)
Rabu, 22 Februari 2012
alibi
kalian yang udah pernah merasakan
dunia kerja, pasti paling tidak kalian pernah menemukan absurdnya suatu “kelakuan”
dikantor kalian. Nah kali ini saya punya sedikit cerita kejadian-kejadian atau
tingkah laku konyol yang dilakukan orang orang ditempat saya bekerja.
Sudah hampir dua taun ini saya bekerja
di sebuah instansi pemerintah di kota malang. Awal masuk instansi ini dulu sih,
sering geleng-geleng kepala karena perberdaan budaya antara di swasta dan
pemerintahan. Misal, contoh pertama, klo diswasta, datang kerja kudu tepat
waktu, eh bukan tepat waktu ding, malah harus sebelum waktunya, karena absen mulai
dihitung sbelum jam kerja dimulai dan itupun ga bisa diakali, karena kebanyak
perusahaan swasta memakai teknologi yg canggih dalam hal absensi karyawannya, misal
saja pakai finger print. Naahhh, klo dipemerintahan, tepatnya diinstansi tempat
saya bekerja, absensinya lebih canggih lagi men. Bayangin,kita ga hadir aja masih
bisa ngisi absensi..hebat bukan??canggih tuh..tinggal sms aja ke temen, nitip
buat tandatangan-in di buku absen. Ya bener, bukan becanda, masih pake buku
absensi lhooo, keren bukan? *banting finger print*.
Nah bayangin aja gimana telatnya tuh orang2
dikantor saya. Sbenernya sih, saya ga memasalahkan yang dateng telat2. Tapi yang
jadi masalah disini ada sistem peringatan dari atasan (kepala dinas) yang “tebang
pilih”. Pokoknya bagi para staff/golongan2 pegawai rendahan sperti kami atau
yang ga punya jabatan, mendingan jangan telat deh, daripada kena “ceramah
kultum” ama kepala dinas. Tapi itu untuk yang staff, klo untuk mreka2 yang
punya jabatan, semisal kabid atau kasie, ya boleh2lah terlambat, asaaallll..”setoran”nya
ga telat aja. *benturin kepala ke mesin atm*
Berikutnya, klo ini merupakan masalah
klasik yang sudah mendarah daging dikalangan pegawai pemerintahan, yaitu
istilah “ternak teri” atau kepanjangan “anter anak , anter istri”. Bah, ini
apapula,sampe sempet kesel bener saya sama orang yg ternak teri ini. banyangin
aja, ga peduli keadaan kantor lagi sibuk,sesibuk apapun, atau klo boleh saya
lebay ya, misal kantor ini mau rubuh, mungkin orang2 itu ga bakal peduli, asal
sudah jamnya, ya mreka bakal tetep keluar buat ternak-teri. Dan itu dilakukan
setiap hari. Astagaaaaa , apa ga ada angkutan/mikrolet dikota ini?? Apa anak/istrinya
itu sakit keras sampe kudu dianter jemput ?? Apa anak/istrinya itu ga tau jalanan
di kota ini ?? Kok sampe segitunyaaaaaaa. Udah gitu pas balik ke kantor udah
jam 3 sore baru balik. Trus dikantor bentar, jam 4 pulang lagi. Ini apaaaa
maksutnya?? Klo mau anter2 gitu ya sekalian kerja jadi tukang ojek, jangan jadi
pegawai negri. Kan lumayan tuh klo jadi ojek, bisa dapet bayaran pula klo
nganter2. *gigit ban motor*
Kmaren ada kejadian “lucu” nih,
dan ini kejadian sudah beberapa kali. Di kantorku, ada salah satu bagian/bidang
yang kebetulan isinya disitu smua punya profesi sambilan sebagai makelar. Yang satu
makelar mobil, yang satu makelar hp,
yang satunya makelar property. Jadi ga
heran , klo di ruangan mreka sering kosong/ga ada orang pas jam kerja karena
mreka ngurusin “kliennya”. Waktu itu siang, masih skitar pukul 12.30. sehabis
sholat duhur, mau balik ke ruangan, dari jauh aku ngeliat salah satu satu
temanku (dia ini yg jadi makelar hp) berjalan kea rah tangga udah bawa tas
pula. Lho?lho?lho? aku heran, kok jam sgini udah bawa2 tas mau keluar. Kbtulan sbelum
keluar dia smpet ngobrol sama temenku satunya. Abis itu, aku datengin aja
temenku yang diajak ngobrol,tadi. Aku Tanya di, “lho kemana itu si “E”(inisial)?,
ga tau, katanya mau ke kantor pos ngirim berkas2 surat pindah istrinya . hah? Kataku
heran, emangnya harus sekarang ya? Bukannya kantor pos buka sampe jam 7 malem? Trus
knp harus jam 12.30, pas jam kerja ngirimnya?ga bisa ntar2 gitu sorean?. Wah biasalah
klo dia jam sgini mesti cabut, kata temenku. Kmaren aja masih jam 11 dia udah
ijin keluar, dan ijinnya ga masuk akal bgt, mau ngirim undian ke dealer hond*.
Hah?? Ngirim kupon undian?? Pikirku. Iya undian hadiah2 itu lho..yasalammm.
segitu pentingnya kah undian dibanding kerjaan sampe dibela2in keluar pas jam
kerja cuman buat nganter kupon undian??????? Ada lagi salah satu temen kantorku
yang ijin keluar pas jam kerja, dengan alasan
“pacar saya sakit”. Nah ini apalagi. Trus klo pacarnya sakit emang
kenapaaa??? Dia yang ngobatin gitu??? Dia yang mau bayarin periksa ke
dokternya? apa ga ada orang tuanya pacarnya?? apa dia mau jagain pacarnya
seharian gitu???Apa ga ada alasan lain???? Haduhhhh….besok2 saya mau ijin pas
jam kerja juga deh, pake alasan “gigi nya kucing saya patah”.
Eh kok udah panjang kali lebar
aja ini tulisan.. break dulu deh,meski sbnernya masih mau cerita banyak lagi “keanehan2”
dikantor yang seharusnya ga perlu terjadi. Lucu2 klo dipikir.hihihi.. Yasudahlah,
balik ke laptop dulu saya. Wassalam.
Langgan:
Entri (Atom)